Sekarang kebanjiran apalagi?
Taba aina sedang kebanjiran buku. Bagaimana tidak, bantuan dari perpustakaan provinsi sebanyak 740 buku yang pernah kami ceritakan sebelumnya, kemarin jatuh ke pelukan kami, eh.. maksudnya sudah sampai ke tangan kami.
Buku-buku tersebut berisi kurang lebih 400 judul (satu judul kebanyakan dikirim 2 eksemplar), dan tersegel dengan rapi dalam 4 kardus besar. Awalnya kami sempat skeptis dengan yang namanya bantuan pemerintah. Bayangan kami (para pengurus), buku-bukunya pasti yang sudah agak-agak jadul dengan judul-judul yang kurang menarik, misal bagaimana bercocok tanam, beternak, membuat kerajianan ini itu, dsb dan layout hitam putih tanpa gambar. Bukannya buku-buku itu tidak bermanfaat, tapi mengingat yang datang kebanyakan adalah anak-anak, jadi buku-buku seperti itu sepertinya kurang relevan.
Tapi, asumsi kami terpatahkan kemarin. BUKU-BUKUNYA KEREN BANGET!
Dengan 400 judul yang berbeda, kami benar-benar merasa sudah memiliki perpustakaan yang sebenarnya. Jika ke-740 buku itu kami keluarkan semuanya, pasti raknya tidak muat. Jadi, setiap judul hanya kami keluarkan satu eksemplar. Itupun harus “mengkarduskan” buku-buku pelajaran dan sebagian majalah yang jarang dipinjam. Walhasil, rak kami sekarang penuh. Sayang, kami tidak punya alat dokumentasi digital, jadi fotonya tidak bisa di-upload disini.
Cerita anak-anak dan remaja, hampir dua kardus lebih. Ada fiksi-fiksi Islami (dari GIP, Mizan, dsb), ada teenlit-ciklit dan novel-novel sastra dari GPU, Bentang dan yang lainnya termasuk trilogi Laskar Pelangi, buku-buku bilingual full-color dengan kualitas seperti buku-buku impor, dan masih banyak lagi (tangan saya masih pegal karena membubuhkan stempel di buku-buku itu semalam
Untuk koleksi buku umum, ada buku pengetahuan tentang olahraga, kesehatan, pertanian, kuliner, menjahit, kerajinan tangan yang lain, pengembangan diri, kepustakaan, buku agama, bahkan perpustakaan provinsi mengirimi kami 7 buku super tebal tentang berbagai undang-undang pemilu dan perpolitikan!
Hanya mungkin satu saja yang kurang, KOMIK JEPANG! ^_^
Dengan adanya buku sebanyak itu, kami tidak perlu cemas lagi tentang pengadaan buku baru, minimal dalam 6 bulan ke depan. Tapi, kemudian timbul permasalahan baru, bagaimana kami menyediakan ruang baca yang nyaman dengan jumlah buku dan anggota yang semakin banyak?